Gerbang Kesuksesan

 

Rahasia Kebahagian

Diantara fakor-faktor penunjang kebahagian hidup secara umum adalah:

 

  1. Hidup dalam naungan hidayah, iman, istiqomah dalam menjalankan perintah Allah, mengendalikan hawa nafsu, melawan bisikan setan dan menjauhi kekufuran, kefasikan serta kemaksiatan.
  2. Ilmu yang bermanfaat, sebab inilah yang akan melapangkan hati, memperbesar pahala, meninggikan zikir dan menjaga diri dari bencana.
  3. Mempebanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT dari segala dosa dan tak bosan-bosan senantiasa mengetuk pintu Zat ‘Allamul Ghuyub (Mahatahu terhadap perkara Ghaib) serta  selalu memohon kepada-Nya untuk membukakan pintu hati sebab dialah zat penerima taubat bagi hamba-hamba-Nya yang bersimpuh di hadapan-Nya.
  4. Berzikir kepada Allah SWT secara berkesinambungan dalam segala situasi dan kondisi dibarengi keterpautan hati dengan lisan.
  5. Berbuat baik kepada sesama, memberikan manfaat kepada masyarakat di kota maupun di desa, membantu kaum fakir dengan memenuhi segala kebutuhan mereka, baik berupa bantuan materi maupun bantuan immateri dalam bentuk melimpahkan kebahagian dan keriangan terhadap mereka.
  6. Keteguhan, konsistensi dan ketangguhan hati dalam menghadapi krisis, bencana dan kenestapaan hidup serta terbebasnya hati dari segala bisikan yang menggoda dan terhindar dari kegelisahan dalam menghadapi musibah.
  7. Sucinya hati dari segala iri dengki dan bersihnya hati dari setiap kerusakan, rasa dendam dan kebencian terhadap hamba-hamba saleh serta terhindar dari rasa cinta terhadap hamba-hamba lacut.
  8. Hidup sederhana secara konsisten, jauh dari pemborosan dan kemubaziran dalam segala hal dan menjauhi diri dari kelacuran penghilatan maupun ucapan.
  9. Memanfaatkan setiap waktu luang dan bersikap qona’ah terhadap hal duniawi.
  10. Melihat orang yang di bawah dalam hal karunia, baik berupa kesehatan, ilmu, penghasilan dan senantiasa qona’ah atas apa yang Allah SWT karuniakan kepadamu.
  11. Melupakan masa lalu yang kelam dan penuh kerikil tajam, jadikanlah masa lalu sebagai kenangan dan pembelajaran.
  12. Jika berada di ujung tanduk, perhitungkanlah akibat yang terburuk. Kemudian persiapkan dirimu untuk menanggungnya dengan penuh ketenangan dan bertawakallah kepada Allah SWT, karena ia akan membuatmu teguh dalam menghadapi apapun yang akan terjadi.
  13. Energi tidak terkuras untuk memprediksi krisis. Siapa saja yang berperilaku shidiq terhadap Tuhan-nya, ia akan membatasi dan memberhentikan obsesi dirinya.
  14.  Ketahuilah, bahwa hidup di dunia ini sangatlah singkat, oleh karena itu janganlah di sia-siakan dengan kekalutan pikiran, kebimbangan dan ratapan kesedihan.
  15. Jika tertimpa hal-hal yang tidak disukai, maka bandingkan apa yang masih ditangan dengan yang hilang, agar kamu menyadari bahwa dirimu masih berada dalam genggaman kenikmatan dan kebaikan bahkan yang di miliki masih lebih banyak lagi daripada yang hilang.
  16. Jangan khawatirkan ungkapan-ungkapan hasud bagaimanapun keburukan dan kenistaaan ucapannya. Sebab sama sekali, dirimu tak akan tertimpa kemudharatan. Sebab kemudharatan sebenarnya pasti menimpa mereka yang hasud, dan Allh SWT akan menjaga dari setiap hasud dengan kesabaran hamba-hamba-Nya.
  17. Pusatkan pikiranmu untuk hal-hal yang bermanfaat, arahkan tatapanmu untuk hal-hal terpuji dan berpikir positiflah nicaya kamu bahagia.
  18. Jangan menunda pekerjaan hari ini hingga esok hari, karena akan membuat menumpuknya pekerjaan-pekerjaan dan otomatis membuatmu lelah. Jadwalkanlah bagi setiap hari, pekerjaan-pekerjaan tertentu.
  19. Mulailah melakukan pekerjaan yang terpenting dan bersikaplah prosfesional, kewajibanmu hanyalah berusaha bukan mengejar target kuantitas dan jangan lupakan beristikharah kepada Allah SWT sebelum terbesit keinginan.
  20. Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu, dan carilah partner yang ketaqwaan menjadi aromanya dan ketahuilah nun disana, ada Zat yang mengawasimu.
  21. Ekspresikanlah berbagai kenikmatan, baik yang tampak atau tersembunyi juga karunia-karunia yang berlimpah. Sebab tahadduts bin-ni’mat (ekspresi kenikmatan) akan mengusir setiap kehendak yang memaksakan dan mengembalikan kebahagian yang hilang.
  22. Pergaulilah isteri-suamimu, anak keturunanmu dan karib kerabatmu dengan kacamata plus bukan minus, sebab semua orang memiliki aib dalam dirinya. Andai menjauhi setiap orang yang punya aib, niscaya tak akan ada yang menemanimu. Pasti setiap orang memiliki sisi positif dan sisi negatif.
  23. Perbanyaklah berdoa, bersimpuh dan baik-baik dalam memohon. Jangan pernah putus asa atau patah semangat, kendati dahsyatnya cobaan, gulitanya keadaan, dan banyaknya musuh yang tak tebilang. Ingatlah segala urusan berada ditangan Tuhan Pengurus Langit.
  24. Segala hal dalam kehidupan ini berkait erat dengan qodha dan qadar Allah SWT. Maka bisa saja hal-hal yang tidak disukai menimpa dirimu, tapi dibalik itu semua Allah SWT akan menyelamatkanmu dari bencana besar. Betapa banyak hal yang tidak disukai tapi membawa rahmat, maka jangan sekali-kali membenci apa yang telah Allah SWT takdirkan dan putuskan bagimu.
  25. Berkacalah pada mereka yang hidupnya tak terlepas dari musibah. Betapa banyak di dunia ini orang-orang yang dirundung duka bencana, kekacauan, nestapa, derita, dan jauh dari ni’mat.
  26. Diantara mereka ada yang umurnya dihabiskan untuk meratapi nasib, menangisi masa, dan melupakan sisi penting hidupnya. Ingatlah setiap hasil memerlukan perjuangan.
  27. Ketahuilah, bahwa di balik kesulitan terdapat kemudahan. Di balik kesabaran terbentang pertolongan. Kaya setelah miskin, bahagia setelah tertimpa musibah, dan hari-haripun silih berganti antara manis dan pahit.
  28. Bersabarlah dengan seindah-indahnya sabar, serahkan segala urusan kepada Allah SWT semata. Bersikap ridholah atas pemberian yang sedikit, amalkanlah ajaran langit dan persiapkanlah bekal menyongsong hari kepergianmu.
  29. Ketahuilah, kenikmatan terbaik adalah ketenangan hati. Sebaliknya, sisa hidup adalah kesibukan, banyaknya harta adalah kekakangan dan menghambakan diri kepada dunia adalah beban yang tak berkesudahan.
  30. Siapa saja yang melecehkan kehormatanmu dan mengatakan hal-hal yang tak patut terhadap dirimu, jangan kau hiraukan. Sebab mulut anjing sama sekali tidak tekatup kecuali setelah dimasuki batu.
  31. Menjauhlah dari setiap orang bodoh dan tak bermoral, serta hindarkan rumahmu dari tipe-tipe manusia demikian.
  32. Jangan membuatmu tersanjung ketika banyak khalayak yang mengagumimu. Cukuplah bagimu belajar dari pengalaman masa lalu.
  33. Biasakanlah membaca wirid-wirid yang disyariatkan dan disiplinlah untuk berolahraga. Minimalisirlah dirimu dari mengkonsumsi minuman-minuman suplemen, kenakanlah pakaian putih yang suci dan gunakanlah wewangian yang sesuai.
  34. Ulang-ulanglah doa Dzun Nun, perbanyaklah mengingat Zat pemberi nikmat, permudahlah segala urusan insya Allah akan mudah, jangan sampai minim dalam melaksanakan agama sebaliknya bersikap ridholah dengan minimnya dunia yang diraih.

Solusi Diatas Solusi

  1. Niatkan untuk meyakinkan Allah bahwa saudara pantas di Amanahi harta yang banyak dan berkah, hanya Allah sebaik-baik pemberi Rizqi (Q.S Al Hajj:58)
  2. Menata hati dan Ikhtiar, pupuk kembali iman supaya Allah Ar-Razzaq berkenan memberi rizqi yang banyak, luas, halal, berkah.
  3. Mulai saat ini setiap anda memulai amalan/aktivitas baca Bismillahirrahmanirrahim (11x) supaya amalan/niat anda tidak tertolak.
  4. Baca Bismillahilladzi La Yadhurru Maasmihi Syaiun Fil Ardhi Wala Fissamai Wahuwassamiul Alim (baca pagi 3 kali dan sore 3 kali).
  5. Selalu bersyukur , Allah telah memberikan banyak selain harta. Doa syukur : Robbi Auzidni An Asyukro Nimatakallati Anamta Alayya waala Walidayya Wa An Amala Sholihan Tardhohu Birohmatika Ya Arhamarrahimin.
  6. Ya Tuhanku, bimbinglah aku agar selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau anugerahkan kepadaku dan atas kedua orangtuaku, bimbing hamba agar selalu beramal shaleh yang Engkau ridhai dengan rahmat-Mu duhai Zat yang Maha Penyayang dari yang penyayang.
  7. Malam ini juga hilangkan penghalang rizqi yaitu dosa dan segera raih ridho Allah dengan Sholat taubat.
  8. Pertama lakukan Sholat Taubat 2 rakaat dan baca dengan Khusyu QS 3:133-136 dan maknanya.
  9. Bacaan setelah shalat Taubat 1 : Astaghfirullahal ‘azhim min kulli dzambin Azhim Wa atubu Ilaih (100kali).
  10. Bacaan setelah shalat Taubat 2 : Lailaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minazhzholimin (11 kali).
  11. Bacaan setelah shalat Taubat 3 : Allahumma anta Robbi lailaha Illa anta Kholaqtani, ana abduka wa ana ala ahdika wawadika mastathotu ‘Audzubika min Syarri ma Shonatu Abu-u laka binimatika ‘Alayya wa Abua’ bidzambi faghfirli fainnahu la yaghfirudzdzunuba illa anta.
  12. Lanjutkan dengan Shalat hajat dan perbanyak doa hajat, tentang keinginan anda dengan yakin bahwa Allah membuka pintu Rizqi.
  13. Doa hajat 1 : Lailahaillahulhalimul karim, Subhanallahi Robbil Arsyil Azhim. Alhamdulillahi Robbilalamin.
  14. Doa hajat 2 : Asaluka mujibaati Rohmatika Waazaima Maghfirotika walishmata min kulli dzambin wal ghonimata min kulli birrin, Wassalamata Min Kulli Itsmin, Allahuma latada Li Dzamban Illa Ghofartahu wala Hamman Illa Farojtahu. Wala hajatan hiya laka ridhon illa qhodhoitaha ya arhamarrohimin.
  15. Tutup dengan shalat witir 3 rakaat, 2 kali salam, baca asmaul husna sampai shubuh, lalu lanjutkan dengan wirid utama pada sholat subuh.
  16. Antara Shalat sunnah dan fardhu shubuh baca dengan khusyu : Wirid/doa mustajab keluasan rizqi.
  17. Wirid/doa mustajab 1 : Lailaha Illallah al Malikul Haqqul mubiin (100 kali) baca dengan yakin dan sepenuh hati.
  18. Wirid/doa mustajab 2 : Subbhanallah wabihamdihi Subhanallahil’azhim Astaghfirullah (100 kali) baca dengan yakin dan sepenuh hati.
  19. Mulai saat ini selalu laksanakan Shalat Fardhu di awal waktu, berjamaah dan jangan lupa kerjakan juga shalat sunnahnya.
  20. Khusus setelah shalat Ashar baca Q.S 3:26-27 (satu kali), Q.S 2: 284-286 (satu kali), Q.S 94 (satu kali) dan shalawat (11 kali).
  21. Amalan 1 : Datangi orang tua mohon doa dan ridhonya, atau bila sudah tiada doakan mereka.
  22. Amalan 2 : Datangi anak yatim dan dhuafa terdekat dan berikan sedekah terbaik anda kepada mereka.
  23. Amalan tiga : Datangi guru ngaji, ulama dan orang-orang shaleh terdekat, berikan sedekah dan mohon doa padanya.

Tulisan Pertama dan Bukan Terakhir

Akhir-akhir ini sering muncul di media, baik cetak maupun elektronik dan berbagai media lainnya, banyak argumen atau karya seni gambar yang ditujukan untuk menjelekan dengan tujuan menghina junjungan Umat Islam yakni Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Banyak orang yang berbeda pendapat mengenai hal ini, saya sebagai umat muslim yang sedikit pengeta……………………….blm beres keburu jum’atan.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.